Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website RSUD Wangaya, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Kebakaran di Paviliun Praja Amertha, Simulasi Tanggap Bencana RSUD Wangaya

Oleh : rsudwangaya | 14 April 2014 | Dibaca : 2321 Pengunjung

Suasana pagi sekitar pukul 08.30 Wita di RSUD Wangaya tampak tenang sampai ketika tiba-tiba salah seorang penunggu pasien melihat kobaran api dari salah satu kamar di Lantai 2 Paviliun Praja Amertha. Sontak keadaan berubah mencekam. Pasien dan para penunggu pasien tampak mulai panik. Penunggu pasien yang melihat kobaran api langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perawat yang saat itu bertugas di Lantai 2. Dengan sigap perawat yang mendapat laporan langsung menghubungi bagian keamanan diteruskan kepada petugas informasi untuk menginformasikan kepada seluruh unit di RSUD Wangaya bahwa telah terjadi kebakaran di Lantai 2 PAviliun Praja Amertha. Dalam waktu bersamaan petugas operator telepon rumah sakit menghubungi  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Dengan komunikasi yang baik antar petugas di RSUD Wangaya dan kesigapan petugas BPBD Kota Denpasar akhirnya tidak berselang lama api pun padam dan seluruh pasien di Areal Kejadian dapat dievakuasi dengan baik. 2 orang penunggu pasien mengalami luka-luka namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Situasi pagi tersebut merupakan bagian dari simulasi bencana kebakaran yang dilakukan RSUD Wangaya terkait dengan Pelatihan Disaster Plan yang dilaksanakan mulai Kamis (10/4) lalu. Ditemui setelah simulasi, Direktur RSUD Wangaya, dr. Setiawati Hartawan, M.Kes mengatakan bahwa bencana  bisa terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir dampak dari bencana itu adalah dengan tanggap bencana atau melakukan pertolongan pertama sebagai tindak pencegahan terhadap timbulnya kerugian yang lebih besar dari bencana tersebut. Hal yang terpenting adalah Sumber Daya Manusia (SDM) rumah sakit sangat membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang lebih untuk dapat melakukan pertolongan pertama jika terjadi bencana khususnya bencana kebakaran seperti simulasi yang diperagakan.

Lebih lanjut dr. Setiawati mengatakan bahwa pelatihan tanggap bencana atau Disaster Plan ini diikuti oleh seluruh unit yang ada di RSUD Wangaya mulai dari dokter, perawat dan manajemen dengan harapan jika terjadi bencana maka tindakan pencegahan untuk meminimalisir dampak bencana itu dapat dilakukan.  Hal ini juga terkait dengan komitmen RSUD Wangaya untuk memberikan  perlindungan, rasa aman dan nyaman kepada pasien atau Patient Safety. “Kami akan tetap berupaya memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pasien dalam situasi apapun. Untuk itulah kami merasa pelatihan ini perlu diberikan kepada SDM kami. Selain itu akreditasi versi 2012 yang berstandar JCI  akan segera kami laksanakan juga menuntut agar patient safety adalah hal yang mutlak harus dilakukan”, imbuhnya.  

Pelatihan disaster plan yang berlangsung selama 3 hari kerjasama RSUP Sanglah, BPBD Kota Denpasar. Materi pelatihan diberikan oleh dr. I.G.B Ken Wirasandhi, MARS, dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, Sp.B dari Tim Disaster Plan RSUP Sanglah dan Tim K3RS RSUD Wangaya dengan agenda pemberian materi terkait bencana kebakaran, diskusi dan simulasi bencana kebakaran yang dibantu BPBD Kota Denpasar di hari terakhir pelatihan.

 


Oleh : rsudwangaya | 14 April 2014 | Dibaca : 2321 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter