Baca Artikel

MENANAMKAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK

Oleh : ayagnawdusr | 05 Juni 2017 | Dibaca : 953 Pengunjung

Banyak orang tua yang mengeluh anaknya kurang percaya diri, tetapi mereka lupa bahwa kurang percaya diri muncul juga karena perilaku/pola asuh yang salah terhadap anak, misalkan membanding-bandingkan anak dengan kakak/adiknya.

Rasa percaya diri adalah bagaimana kita merasakan tentang diri kita sendiri, dan perilaku kita akan merefleksikannya tanpa kita sadari. Sebagai contoh, anak yang penuh percaya diri akan memiliki sifat-sifat antara lain :

  • Bersifat lebih independen, tidak terlalu tergantung orang lain
  • Mampu memikul tanggung jawab yang diberikan.
  • Bisa menghargai diri dan usahanya sendiri
  • Tidak mudah mengalami rasa frustasi
  • Mampu menerima  tantangan atau tugas baru.
  • Memiliki emosi yang lebih hidup, tetapi tetap stabil
  • Mudah berkomunikasi dan membantu orang lain.

        Pada sisi lain, anak yang memiliki percaya diri yang rendah / kurang, akan memiliki sifat dan perilaku antara lain  :

  • Tidak mau mencoba suatu hal yang baru.
  • Merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan
  • Punya kecenderungan melempar kesalahan pada orang lain
  • Memiliki emosi yang  kaku dan  disembunyikan
  • Mudah mengalami rasa frustrasi dan tertekan
  • Meremehkan bakat dan kemampuannya sendiri
  • Mudah terpengaruh orang lain.

         Orang tua , adalah pemegang peran utama yang menentukan perkembangan rasa percaya diri anak.  Sebenarnya hal ini sama sekali tidak sulit, bahkan banyak orangtua melakukannya tanpa mereka sadari sendiri.  Orang tua kadang kurang menyadari betapa segala perkataan dan perbuatannya  dapat memberi dampak yang besar bagi anak dalam perkembangannya. Berikut ini beberapa saran yang ada baiknya diingat dan dicoba :

Saat kita merasa senang  atau bangga terhadap anak kita, katakanlah padanya.

Orang tua kadang jauh lebih mudah untuk memarahi atau mengomel atas tingkah laku anak yang kurang baik.Sebaliknya bila anak melakukan sesuatu yang baik atau menyenangkan orang tuanya, sering kita tidak memberinya respon apa-apa.  Seorang anak tidaklah tahu  saat orang tuanya bangga atau senang pada dirinya, dan ia butuh untuk mendengar dari orang tuanya bahwa ia dikehendaki dan disayangi. Anak memiliki ingatan yang kuat terhadap perkataan orang tuanya, dan ingatan itu seakan-akan ada terus dalam kepala si anak. Demikian juga terhadap perkataan yang menyatakan kegembiraan dan kebanggan orang tuanya akan kehadirannya, akan tetapi ingat dan menguatkan percaya dirinya.

Berilah pujian pada anak.

Gunakan pujian yang bersifat deskriptif, agar anak tahu tindakan apa yang  membuahkan pujian itu. Perhatikanlah tingkah laku, perbuatan si anak, dan  aktivitas anak. Saat ia selesai mengerjakan tugasnya, kita dapat ucapkan padanya, “ Ibu senang sekali karena kamu membereskan kamarmu dengan rapi…”  Atau misalnya anak menunjukkan hasil gambarnya / hasil karyanya yang bagus ,kita dapat ucapkan , “ Wah… gambarmu bagus … Nampaknya kamu cukup berbakat…”

Jangan sungkan-sungkan.

Untuk memuji anak, bahkan jika di depan anggota keluarga lain dan kerabat. Pujilah tingkah lakunya yang positif, misalnya , “ wah… kamu memang anak yang ramah…” Kita  juga dapat memberi pujian untuk hal yang tidak ia lakukan, misalnya ,” Ibu senang, kamu menurut untuk tidak bermain hujan-hujanan…”

Ajari anak untuk membuat pernyataan yang positif tentang dirinya sendiri.

Berbicara pada diri sendiri adalah hal yang cukup penting. Bahkan para psikolog menemukan bahwa banyak kasus depresi dan kecemasan berasal dari  kebiasaan untuk mengatakan hal negatif pada diri sendiri. Apa yang kita pikirkan, menentukan bagaimana perasaan kita dan bagaimana perasaan kita menentukan perilaku kita. Oleh karena itu, adalahhal yang penting  untuk mengajari anak untuk bersikap positif dalam berbicara dengan diri sendiri. Sebuah contoh berbicara pada diri sendiri yang positif misalnya, “ Tak apa-apa kita kalah dalam bermain bola kali ini,.. toh kita sudah berusaha semaksimal mungkin…. Dan tidak mungkin selalu menang dalam permainan…”

Hindari kritik yang bersifat mempermalukan si anak.

Kadangkala  orang tua memang harus mengkritik sikap atau perilaku anak agar ia memiliki  karakter yang lebih baik. Kritik yang ditujukan pada diri anak sebagai personal dapat membuat anak merasa dipermalukan atau diserang.Oleh karena itu, lebih baik menggunakan  kata“saya / ibu/ bapak ”daripada kata “kamu” saat memberi kritik atau teguran pada anak. Sebagai contoh, akan lebih baik mengatakan ,“ Ibu akan senang sekali kalau kamu mau membereskan kamarmu  tiap pagi…”daripada mengatakan,”Kamu ini kok jadi anak malas sekali…Tidak bisakan kamu membereskan kamarmu ?”

Ajari anak untuk membuat keputusan yang bijaksana.

Tanpa disadari, setiap saat anak membuat suatu keputusan. Ada beberap acara yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan kemampuan anak  dalam mengambil keputusan yang baik :

  • Bantu anak untukmengenali suatu permasalahan. Tuntun anak untuk memahami suatu permasalahan dan bagaimana melihatnya.
  • Diskusikan dengan anak, apa saja yang mungkin menjadi solusinya. Diskusikan baik buruknya, konsekuensi, kelebihan dan kekurangan masing-masing solusi.
  • Biarkan anak mengambil pilihannya, bila  ia telah benar-benar memahami permasalahan dan kemungkinan solusi berikut konsekuensinya.
  • Setelah keputusan diambil dan dijalankan, diskusikan hasilnya dengan si anak. Bantu ia mengevaluasi solusi pilihannya itu, dan tuntun ia untuk memperbaikinya di lain kesempatan.

Orang tua adalah cerminan dan motivator anak, alam bawah sadar anak menampung sebanyak-banyaknyana sehat, pujian bahkan kata-kata yang sifatnya merendahkan, sediakan waktu sebanyak mungkin dalam mendampingi tumbuh kembang anak, children see children do, anak melihat dan melakukan apa yang di amatinya.

 

Penulis,

Nena Mawar Sari, S.Psi

Psikolog di RSUD Wangaya Kota Denpasar


Oleh : ayagnawdusr | 05 Juni 2017 | Dibaca : 953 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Foto
Kunjungan Rumah Sakit Siloam Bali terkait Klaim Pasien BPJS
Video
Profile RSUD Wangaya Kota Denpasar 2010
Facebook
Twitter