Melatih Kemandirian Melalui Permainan

  • 01 April 2019
  • Oleh: RSUD Wangaya
  • Dibaca: 122 Pengunjung
Melatih Kemandirian Melalui Permainan

Nena Mawar Sari S.Psi, Psikolog Cht

 

Anak mengompol, tidak mau makan sendiri enggan membuat PR dan selalu bergantung pada orang tua merupakan salah satu ciri anak yang dependen.

Ketika anak memasuki usia sekolah, kemandirian merupakan hal yang mutlak yang harus di miliki oleh anak. Anak akan berkejaran dengan usia sebelum memasuki sekolah dasar , mampu buang air pada  tempatnya adalah PR bagi orang tua yang memiliki anak usia balita. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan yakni :

  1. Pastikan balita  anda sudah siap.

Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. Juga ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, bisa kering dalam 2-3 jam, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya untuk buang air besar dan buang air kecil.

2. Sering-seringlah perkenalkan anak dengan aktivitas yang dilakukan di toilet.

Perlihatkan ketika Anda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset. Ceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot atau toilet, jelaskan tentang alat kelamin dan fungsinya, bacakan cerita atau dongeng tentang pispot, dan belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar.

3. Atur jadwal.

Mengatur pola minuman dan makanan yang masuk  ke tubuh balita diperlukan untuk mengatur interval ke kamar mandi. Amati jadwal siklus pipis dan buang air besarnya, misalnya ia biasa pup sekitar jam 9 pagi dan pipis 1 jam sekali. Siklus pipis dan bab ini memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yang tepat

4. Konsisten.

Pastikan pula pengasuh anak mampu secara konsisten melaksanakan pelatihan yang anda terapkan sehingga tidak terjadi kebingungan. Beri informasi lengkap dan detil mengenai kebiasaan dan jadwal pipis dan balita. Konsisten membimbing balita akan membuatkan cepat paham dan makin terampil memakai toilet.

5.Beri pujian.

Rayakan bila ia berhasil melakukan pipis dan pup dengan benar. Hadiahi dengan pujian. Jadikan hal toilet training sesuatu yang penting dan terbaik dalam hidupnya. Kalaupun terjadi ‘kecelakaan’ hindari untuk menghukum atau membentak anak, katakan saja Anda tidak suka. Wajah marah dan kecewa Anda, hanya akan membuatnya takut dan malah lebih sering tidak mau mengatakan bahwa ia ingin pipis atau pup.

6.Ornamen lucu.

Jangan lupa hiasi toilet dengan gambar warna warni atau ornamen yang di sukai anak. Pilih warna yang menarik serta alat mandi dengan tokoh kegemaran anak. Anda boleh saja menambahkan obat khusus pada wc agar air menjadi berwarna.

Suasana yang menyenangkan dan dilakukan dengan penuh kesabaran serta konsisten adalah kunci utama keberhasilan toilet training bisa diterapkan pada anak. Sedangkan untuk aktifitas lainnya seperti makan sendiri dan membuat PR sendiri dirumah bisa dilakukan dengan cara sambil bermain. Misalnya siapa yang lebih dulu cepat habis makannya boleh makan es krim atau mendapat reward stempel lucu, atau yang PR nya selesai boleh membeli alat tulis baru. Buatlah suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga anak menjadi menikmati dan beproses dengan baik dalam belajar kemandirian.


  • 01 April 2019
  • Oleh: RSUD Wangaya
  • Dibaca: 122 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?