TEKANAN TEMAN SEBAYA

  • 01 Februari 2019
  • Oleh: rsudwangaya
  • Dibaca: 148 Pengunjung
TEKANAN TEMAN SEBAYA

Permasalahan kenakalan remaja, seperti membolos, merokok, pengggunaan NAPZA dan tindakan bullying kerap terjadi pada masa remaja. Berkumpul dan berinteraksi sesama teman sebaya merupakan ciri masa remaja. Mencari identitas dan mencapai otoritas juga merupakan salah satu tugas perkembangan masa remaja.

Pada banyak remaja, bagaimana mereka dipandang oleh teman sebaya merupakan aspek yang terpenting dalam kehidupan mereka. Beberapa remaja akan melakukan apapun, agar dapat dimasukkan sebagai anggota. Untuk mereka dikucilkan berarti stress, fustasi, dan kesedihan.
Interaksi teman sebaya dengan usia yang sama memainkan peranan yang unik pada masyarakat amerika serikat. Perbedaan usia tetap akan terjadi walaupun pembagian kelas di sekolah tidak berdasarkan usia maupuan jika para remaja dibiarkan untuk menentukan sendiri komposisi dari lingkungan sosial mereka. Salah satu fungsi utama dari teman sebaya adalah untuk menyediakan berbagai informasi mengenai dunia di luar keluarga. Dari kelompok teman sebaya, remaja menerima umpan balik mengenai kemampuan mereka. Remaja belajar tentang apakah apa yang mereka lakukan lebih baik, sama baiknya, atau bahkan lebih buruk dari apa yang akan dilakukan remaja lainnya.

Remaja di harapkan mampu bersikap asertif. Sikap asertif tidak sama dengan arogansi. Orang-orang pasif cenderung membiarkan hak mereka dilanggar dan mau melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai, tidak mau membuat keputusan sendiri, merasa hebat, tidak mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan jujur. Orang-orang asertif akan menolak permintaan yang tidak pada tempatnya, mampu mengekspresikan perasaan atau keinginannya, dan bisa menanggapi orang lain.
Orang-orang asertif tidak membiarkan hak mereka dilanggar, mampu menghargai hak atau perasaan orang lain saat mereka mengungkapkan perasaan, dan berpegang teguh pada hal-hal yang mereka yakini (misalnya, memiliki keyakinan untuk selalu bertindak sesuai nilai-nilai keutamaan dan selalu melakukan yang terbaik). Bersikap asertif membuat Remaja mampu mengungkapkan perasaan dengan jujur, menunjukkan keterbukaan kepada orang lain, dan menjalin hubungan antar pribadi. Berikan dukungan kepada remaja agar mampu bersikap asertif dan terbebas dari tekanan teman sebaya.

 

Nena Mawar Sari S.Psi.,Psikolog Cht

Psikolog Klinis RSUD Wangaya Kota Denpasar

Psikolog Klinis Poli Psikologi RS Balimed


  • 01 Februari 2019
  • Oleh: rsudwangaya
  • Dibaca: 148 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes

12

Dec

I putu gede Wira bakti

Sampah


10

Dec

Kadus jematang

Lpj padam


10

Dec

Kadus jematang

LPJ padam




Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?