BAHAGIA MENGHADAPI MASA PENSIUN

  • 17 Januari 2019
  • Oleh: rsudwangaya
  • Dibaca: 122 Pengunjung
BAHAGIA MENGHADAPI MASA PENSIUN

Ketika masa pensiun datang, banyak orang yang berpikiran bahwa memasuki masa pensiun kehidupan akan berubah menjadi suram. Kita tidak bisa lagi bertemu dengan teman teman di kantor, tidak bisa lagi berseragam rapi, tidak lagi memegang kekuasaan atau tidak lagi dianggap produktif, (post-power syndrome), dan kondisi kesehatan yang semakin menurun seiring dengan pertambahan usia. Seseorang yang memasuki masa pensiun akan mulai bingung mengira ngira akan seperti apa kehidupan setelah memasuki masa pensiun?

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan menghampiri setiap orang, datangnya sudah pasti berdasarkan pencapaian usia tertentu. Kadang orang  beranggapan, masa pensiun adalah memasuki masa usia tua, fisik yang makin lemah, makin banyak penyakit, cepat lupa, penampilan tidak menarik. Atau juga anggapan bahwa masa pensiun merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena usia yang menua dan produktivitas makin menurun. Tanpa disadari, pemahaman seperti inilah yang mempengaruhi persepsi seseorang sehingga ia menjadi over sensitif dan subyektif terhadap stimulus yang ditangkap dan kondisi mengakibatkan orang jadi sakit-sakitan saat masa pensiun tiba.

Padahal memasuki masa pensiun tidaklah seburuk itu, jika kita melihat dari sisi lain banyak hal positif yang bisa dilakukan memasuki masa pensiun. Banyak juga orang yang berhasil menjalani masa pensiunnya dengan bahagia. Mereka menikmati masa pensiun sebagai masa yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu, sehingga mereka menjadikan masa pensiun sebagai akhir yang indah dan cemerlang dalam pencapaian hidupnya. Mereka berhasil menyusun beberapa langkah untuk mengatasi hal – hal yang tidak diinginkan pada masa tua mereka, terutama masalah keuangan yang tidak lagi stabil.

 

Ada banyak cara untuk mempersiapkan diri Anda ketika menghadapi masa pensiun

Persiapkan kondisi fisik dan mental. Menerima dengan ikhlas dan dengan perasaan terbuka bahwa setiap orang yang pada waktunya pasti akan memasuki masa pensiun. Bicarakan dengan keluarga bahwa kondisi keuangan mungkin akan berubah sehingga keluarga dapat lebih berhemat atau merubah kebiasaan yang mungkin sebelumnya lebih konsumtif.

Terapkan pola hidup sehat. Memasuki masa pensiun diharapkan pola hidup dapat berubah menjadi lebih baik lagi. Rajin memeriksakan kesehatan, memilah makanan yang cocok untuk kondisi badan serta berolah raga teratur adalah hal yang dianjurkan.

Melakukan hobi yang disukaijika ketika masa aktif bekerja jarang melakukan hobi yang disukai. Kini saatnya anda melakukan hobi yang di sukai dan bahkan lebih baik lagi jika dari hobi tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Rencanakan keuangan sebelum masa pensiunsebelum masa pensiun Anda tiba, agar kelak Anda tidak mengalami masalah keuangan nantinya. Cobalah metode pendekatan keuangan yang ditawarkan oleh pihak kantor dimana Anda dulu bekerja atau bank tempat Anda menyimpan uang saat ini. Jika memungkinkan, cobalah untuk berinvestasi. Tidak harus dalam usaha yang besar, tapi yang sedang saja sehingga kemungkinan rugi bisa diminimalisir.

Tetap menjalin tali silaturahmi,  tetaplah menjalin hubungan baik dengan teman kantor atau dengan teman sebaya anda. Terkadang, dengan tetap menjalin komunikasi yang baik, Anda tetap bisa melakukan kegiatan yang dulu sering Anda lakukan bersama atau sekedar bertukar pikiran.

Lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan lebih banyak mendekatkan diri kepada Tuhan. Melakukan kegiatan sosial dan spiritual membawa dampak ketenangan bathin. Perbanyak bersyukur dan berpikir positif akan memudahkan kita dalam menjalani hari hari dengan lebih bahagia.

            Dengan pikiran positif, kondisi fisik dan mental yang baik serta dukungan keluarga dalam faktor psikis dan finansial akan memudahkan seseorang yang memasuki masa pensiun. Nikmati masa pensiun dengan hal positif dan jadilah purnakarya yang bahagia.

 

 Nena Mawar Sari S.Psi.,Psikolog Cht

Psikolog Klinis RSUD Wangaya Kota Denpasar

Psikolog Klinis Poli Psikologi RS Balimed


  • 17 Januari 2019
  • Oleh: rsudwangaya
  • Dibaca: 122 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

dr. Dewa Putu Alit Parwita, M.Kes

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?