Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

RSUD Wangaya Komit Beri Layanan Terbaik Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Oleh : ayagnawdusr | 15 Agustus 2017 | Dibaca : 371 Pengunjung

RSUD Wangaya terus berupaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak. Walikota Denpasar. I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, menegaskan hal itu saat menerima Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi (GRRSI-B) Provinsi, akhir pekan lalu di RSUD Wangaya Kota Denpasar.

Penilaian GRRSI-B juga dihadiri Ketua TP-PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly D.Mantra, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar, Ny. Kerti Rai Iswara, Direktur RSUD Wangaya, dr. Setiawati Hartawan, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini dan sejumlah OPD terkait lainnya.

Rai Mantra pun mengatakan, sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar, RSUD Wangaya selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik, begitu pula dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. RSUD  Wangaya juga mendukung tujuan Millium Development Goals (MDG’s) 2015 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. “Beberapa langkah telah dilakukan RSUD Wangaya sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi diantaranya adalah memberikan pelatihan Penanganan Obstetri Neonatal Emergency Komperhensif (PONEK), Pelatihan Manajemen Laktasi, melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan untuk SDM Puskesmas dan melaksanakan kelas ibu hamil serta melaksanakan kegiatan Klinik Laktasi,”ujar RaiMantra.

RSUD Wangaya sudah lulus pada akreditasi yang dilaksanakan pada bulan Juni lalu dan berturut-turut telah meraih Peringkat Paripurna. “ Ini  berarti RSUD Wangaya telah memiliki standar bertaraf nasional dalam pelayanannya. Hal ini tentu tidak terlepas dari komitmen serta peran serta seluruh komponen yang ada RSUD Wangaya,”ujar Rai Mantra.

Rai Mantra berharap prestasi yang diperoleh oleh RSUD Wangaya dapat dipertahankan, terutama untuk kegiatan gerakan rumah sakit sayang ibu dan bayi. Keberhasilan evaluasi ini bukan hanya dapat dilihat dari hasil yang diberikan tim evaluasi Provinsi Bali saja tetapi yang lebih ingin ditekankan adalah semua yang dipersiapkan untuk acara evaluasi ini tidaklah semu. Tetapi memang benar dijadikan prosedur tetap dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi pada rumah sakit ini baik dari sisi administrasi atau pun pelayanan kesehatan secara langsung. Kepada Tim Evaluasi Provinsi Bali Rai Mantra menyampaikan bahwa apapun hasil dari evaluasi ini berdampak sangat besar terhadap peningkatan mutu pelayanan nantinya dan berharap diakhir evaluasi nanti tim penilai GRRSI-B Provinsi Bali dapat memberikan masukan atas kekurangan dari proses pelayanan yang telah dilaksanakan dan tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi RSUD Wangaya selanjutnya.

Ketua Tim Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi (GRRSI-B) Provinsi Bali, dr. Made Laksmiwati mengatakan , penilaian Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu-Bayi (GRRSI-B) dilaksanakan rutin setiap tahunnya untuk memonitor rumah sakit yang ada di Bali baik itu rumah sakit negeri  maupun swasta. “Intinya bagaimana upaya kita untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak,” ujarnya. Warta Bali edisi 15 Agustus 2017


Oleh : ayagnawdusr | 15 Agustus 2017 | Dibaca : 371 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter