Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

Simulasi “Code Pink” Hebohkan Pengunjung Rumah Sakit

Oleh : ayagnawdusr | 09 Agustus 2017 | Dibaca : 131 Pengunjung

 

Suasana tampak berbeda dari biasanya, beberapa pengunjung terlihat bengong dan bingung, lebih dari itu beberapaada yangdiam seribu bahasa dan ada pula yang ingin membantu namun ketakutan, karena menyaksikan kejadian tersebut. Seluruh pengunjung pada hari itu dibuat heboh dan panik dengan kejadian ini, usut punya usut ternyata itu merupakan simulasi Code Pink, yaitu simulasi penanganan terhadap pencurian bayi. Kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Pelayanan RSUD Wangaya Kota Denpasar ini , berlangsung sekitar pukul 09.00 wita, pada hari Senin (7/8) beberapa waktu lalu bertempat di Ruang Dara RSUD Wangaya Kota Denpasar.

Sebenarnya di rumah sakit dimanapun sudah sering dikenal dengan beberapa istilah kode untuk memberikan sinyal bahwa terjadinyasesuatu. Misalkan Code Red yang berarti terjadinya suatukebakaran, Code Blue kode terjadinya henti jantung pada pasien-pasien dan Code Black, merupakan sinyal bahwa terjadinya ancaman keamanan, seperti misalkan ada pasien yang mengamukdi lingkungan rumah sakit. Nah untuk Code Pink sendiri adalah suatu sinyal yang disampaikan kepada pihak petugas rumah sakit terhadap terjadinya pencurian bayitanpa sepengetahuan ibunya. Hal ini tentunya harus diberitahukan dan diantisipasiolehparapetugaskeamanan yang ada di rumah sakit. “Sebenarnya simulasi ini bertujuan untuk melokalisir dan menangani akan hal pencurian bayi, setelah itu si pencuri bayi akan kita introgasi, kemudian kita cocokan bayi yang hilang sesuai rekam medisnya dan tentunya kita akan proses secara hukum sesusai dengan aturan yang berlaku”, tegas  Kepala Bidang Keperawatan RSUD Wangaya, I Wayan Wiratama, SH. S.Kep, saat dikonfirmasi secara terpisah melalui telephone.

Lebih lanjut Wiratama mengatakan, bahwa proses Code Pinkini sudah diketahui oleh para petugas rumah sakit. Artinya, jika ada sinyal mengenai Code Pinkpara petugas rumah sakit, khususnya petugas keamanan, sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan, dan mungkin lebih daripada itu bagi orang awam hal ini jarang didengar bahkan dimengerti akan kode tersebut. Terkait dengan bagaimana teknis dilapangan Code Pinkini sebenarnya tidaklah sulit, ketika adanya kejadian pencurian terhadap bayi di ruang perawatan tanpa sepengetahuan ibunya, seketika itu juga si pasien atau ibu bayi akan melaporkan kepada petugas rumah sakit yaitu perawat atau bidan yang bertugas pada saat itu. Kemudian petugas akan menghubungi petugas keamanan dan bagian informasi untuk diumumkan melalui pengeras suara bahwa sedang terjadi Code Pink. “Sedang terjadi Code Pink di Ruang Dara”, “Sedang terjadi Code Pink di Ruang Dara”, lebih kurang seperti itu yang akan disampaikan petugas informasi melalui pengeras suara, yang akan didengar oleh petugas lainnya dan seluruh warga rumah sakit.

Setelah itu petugas keamanan akan mengunci seluruh akses keluar masuk di lingkungan rumah sakit, untuk melokalisir si pencuri bayi. “Maka dari itu si pencuri bayi tidak akan bisa keluar, dan kemudian akan diintrogasi oleh petugas keamanan, lalu jika benar melakukan tindak pencurian akan diproses sesuai aturan yang berlaku”, jelas Wiratama. dns_humas


Oleh : ayagnawdusr | 09 Agustus 2017 | Dibaca : 131 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter