Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

Pentingnya ASI Eksklusif Bagi si Buah Hati

Oleh : ayagnawdusr | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 411 Pengunjung

Masih sering kita jumpai seorang Ibu terkadang sulit memberikan ASI kepada buah hatinya, kejadian seperti ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Seorang bayi baru lahir sebaiknya langsung mendapatkan ASI, yang tanpa di bantu oleh asupan lain seperti salah satunya susu formula. Pemberian ASI kepada buah hati tanpa pemberian makanan lainnya hingga usia 6 bulan adalah sangat penting, oleh karena ASI tersebut sangat baik untuk kesehatan dan kekebalan tubuh bayi. ASI seperti ini sering kita kenal dengan sebutan ASI Eksklusif. Alangkah baiknya ASI Eksklusif tersebut diberikan mulai sejak lahir hingga bayi berusia 2 tahun. Namun, permasalahan yang kerap terjadi saat ini yaitu belum adanya pemahaman seorang Ibu tentang bagaimana tata laksana pemberian ASI yang baik pada si bayi. Hal ini lah yang akan dibahas melalui Pelatihan Manajemen Laktasi oleh dr. I Kadek Suarca, Sp.A, selaku Konselor Laktasi sekaligus Narasumber, bertempat di Ruang Pertemuan Bawah, RSUD Wangaya Kota Denpasar, (2/8) pagi tadi.

Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WITA dihadiri oleh sekitar 30 bidan di lingkungan RSUD Wangaya Kota Denpasar ini, bertujuan untuk mengulang kembali tantang bagaimana mengelola seorang Ibu yang mulai saat hamil hingga ia sukses dalam pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan, bahkan dapat melanjutkan sampai 2 tahun dengan makanan pendamping lainnya. Lebih lanjut dr. Suarca mengatakan, seluruh petugas di lingkungan RSUD Wangaya Kota Denpasar yang berada di unit yang melayani Ibu hamil sampai bersalin, harus bisa melakukan tata laksana bagaimana membimbing seorang Ibu agar dapat menyusui dengan sukses.

Perlu diketahui bahwasanya proses menyusui di kemudian hari sudah dapat dilakukan saat Ibu mulai mengandung, hal ini bertujuan agar Ibu memperoleh pemahaman yang jelas tentang pemberian ASI kepada calon buah hatinya nanti. Karena banyak anggapan-anggapan maupun mitos-mitos yang beredar dimasyarakat tentang ASI. Ada beberapa mitos-mitos yang membuat para Ibu-ibu bertanya-tanya akan kebenaran tersebut, sehingga menimbulkan hambatan-hambatan terhadap kesuksesan untuk memberikan ASI dikemudian hari. Salah satunya ada yang menyarankan untuk pemberian asupan makan lainnya seperti misalkan madu atau air tajin, maka dari itu harus diberikan pengetahuan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang salah. Suarca menegaskan, pemberian pengetahuan tersebut nantinya dipersiapkan untuk bagaimana nanti menghadapi proses kelahiran, mulai dari saat persalinan, melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), kemudian bagaimana melanjutkan proses menyusui yang baik dan benar sehingga Ibu sukses memberikan ASI sampai usia 2 tahun.

Dokter Spesialis yang bertugas di Poliklinik Anak RSUD Wangaya ini lebih lanjut menyampaikan, perlu diketahui pula jika terjadi kendala-kendala saat pemberian ASI dikemudian hari tidak berhasil, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa indikasi , salah satunya seorang Ibu tidak terampil menyusui dengan pelatakan dan perekatan bayi dengan benar kepada si Ibu, dan harus dipikirkan pula bagaimana mencari solusi akan hal tersebut agar tidak berulang secara berkelanjutan., “Dalam pemberian ASI tidak hanya dibutuhkan naluri seorang Ibu kepada anaknya, namun bagaimana seorang Ibu melatih diri untuk terampil menyusui. Nah, disinilah tugas kita untuk mengawal seorang Ibu agar terampil memberikan ASI serta membimbing seorang Ibu agar saat menyusui meletakkan bayinya dengan benar dipangkuan,” imbuhnya.

“Harapan kami dari pelatihan ini, bagaimana kita harus mensukseskan program ASI Eksklusif, artinya kita menginginkan pasien yang kita layani di RSUD Wangaya ini bisa sukses untuk melanjutkan ASI Eksklusif hingga 6 bulan, dan bila perlu sampai 2 tahun. Kemudian selain daripada itu harapan kami dengan adanya program ASI Eksklusif ini  seorang bayi akan mendapatkan pola asuh yang bagus, artinya si bayi mendapatkan pola kebutuhan hidup asah asih asuh yang optimal, siapa yang lahir di RSUD Wangaya kelak nantinya kita harapkan menjadi generasi yang tangguh, super dan cerdas di kemudian hari,” tutup Suarca. dns_humas


Oleh : ayagnawdusr | 02 Agustus 2017 | Dibaca : 411 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter