Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

BPRS Provinsi Bali lakukan MONEV di RSUD Wangaya

Oleh : ayagnawdusr | 21 Juli 2017 | Dibaca : 231 Pengunjung

Dalam undang-undang perumah sakitan, disebutkan bahwa pemerintah harusmembentuk suatu badan untuk mengawasi rumah sakit di tingkat Nasional, yang disebut BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit) Pusat. Kemudian daripadaitu, di tingkatProvinsi pun dapat dibentuk BPRS dengan beberapa syarat, salah satunyaadalah jumlah rumah sakit yang ada di daerah. “Oleh karenanya,Bali merupakan salah satu Provinsi yang dapat dikatakan memiliki populasi penduduk cukup padat, juga dapat membentuk BPRS di tingkat Provinsi,” ucap dr. I Wayan Sutarga, MPH, mewakili BPRS Provinsi Bali dalam monitoring dan evaluasi rumah sakit, di Ruang Pertemuan Atas, RSUD Wangaya Kota Denpasar, Kamis (20/7)kemarin.

Dikatakan Sutarga, BPRS Provinsi bertugas untuk meyakinkan bahwa hak dan kewajiban pasien itu sudah dijalankan oleh rumah sakit, demikian juga hak dan kewajiban rumah sakitsudah terpenuhi untuk pasien.Keduahaltersebut menjadi prioritas mendasar bagi sebuah rumah sakit sebagai pelayan kesehatan masyarakat,agar dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya untuk pasien. Menurut BPRSProvinsi Bali, sejatinya RSUD Wangayasudah menjalankankeduanya, mengingatrumah sakit yang berusia 96 tahun ini, berhasil meraih predikat akreditasi tingkat Paripurna dua kali berturut-turut, pada tahun 2014 dan tahun 2017.

Dalam monev (monitoring dan evaluasi)tersebut disampaikan, RSUD Wangaya sudah melaksanakan semua aturan perundang-undangan yang berlaku, baik dari segi struktur, manajemen, dewanpengawas, dan SPI (Satuan Pemeriksaan Interna) sudah tertata dengan rapi dan baik. “RSUD Wangaya tidak ada kurangnya, lalu apalagi? semua sudah lengkap, sudah berjalan sesuai peraturan yang ada. Dan kedepan diharapkan bukan hanya ditata saja,namundijalankan, dipelihara dan ditingkatkan lagi, artinya selalu ada bagian yang diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukandengan baik, masalah puas dan tidak puas itu biasa, kalaupuas kita bersyukur, kalaubelum puas, seperti yang saya katakan tadi, kita tampung itu sebagai masukan-masukan yang positifuntuk evaluasi,” tegas Wayan Sutarga.

Selain daripada itu Ketua Dewan Pengawas RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. Luh Putu SriArmini,M.Kes,mengatakan,dengan adanya monitoring dan evaluasi ini rumah sakitdapat mengetahui sedetail-detailnya apa saja yang menjadikekurangan dalam memberikan pelayanan, walaupunsudah lulus Paripurna, namun kekurangan itu pasti ada dan harus dilakukanpembenahan untuk menuju pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik. “Segala keluhan ataupun masukan-masukan dari masyarakat harus kita tampung, sebagai bahan perbaikan, jangan hanya dengan tingkat Paripurna kita sudah merasa paling baik, tapi bagaimana kita melakukan pembenahan secara berkelanjutanserta memberikan inovasi-inovasi baru, sehingga RSUD Wangaya ini menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat,” imbuhnya saat menghadari acara monev,yang diikuti pula olehKepala SPIRSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. I Made Sedhana Satrigraha, M.Si, Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasardr. Setiawati Hartawan, M.Kes, beserta jajaran, dan tidak lupa pula anggota tim BPRS Provinsi Bali dari unsur tokoh masyarakat, bapak I Gede Putu Wardana,SH,MM. dns_humas


Oleh : ayagnawdusr | 21 Juli 2017 | Dibaca : 231 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter