Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

Tim PPI Audit Cuci Tangan di Lingkungan Manajemen

Oleh : ayagnawdusr | 07 Juli 2017 | Dibaca : 252 Pengunjung

Suatu kebiasaan yang sering dilakukan secara baik dan benar akan menimbulkan perilaku yang baik pula. Seperti contoh halnya cuci tangan, kebiasaan yang dianggap sepele ini sering kali kita lupakan, jika tidak dilakukan dengan tepat guna maka akan menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri bahkan orang lain. “Sebab perilaku cuci tangan yang tidak dilakukan dengan benar  dapat membawa pengaruh yang signifikan terhadap penyakit, maka dari itu cuci tangan tersebut gunanya untuk memutus mata rantai kuman dan mata rantai infeksi,” hal tersebut disampaikan Ketua Komite PPI (Pencegahan Pengendalian Infeksi) RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. A.A. Istri Kumala Dewi, Sp.PD, dalam sidak sekaligus sosialisasi cuci tangan di lingkungan manajeman RSUD Wangaya, Jumat (7/7) pagi.

Dalam dunia kesehatan khususnya rumah sakit, hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat seringnya terjadi kontak antara petugas medis dengan pasien, petugas medis dengan penunggu pasien, baik penunggu pasien satu dengan yang lain, dan sebagainya. Cuci tangan dapat dilakukan saat sebelum dan setelah kontak dengan pasien, kemudian dapat pula dilakukan saat sebelum dan setelah melakukan tindakan medik, bahkan hal yang perlu diingat adalah saat datang dan pergi dari rumah sakit pun diharuskan untuk  mencuci tangan. “Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja dari berbagai kalangan dilingkungan rumah sakit, baik petugas medis, pekerja lapangan di rumah sakit, pasien dan keluarga pasien, serta semua yang pergi dan datang kerumah sakit intinya harus melakukan cuci tangan. Karena dengan dilakukannya cuci tangan secara  teratur dan berkesinambungan, maka dapat mengurangi jumlah infeksi,” imbuh dokter yang bertugas di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Wangaya ini.

Dalam kesempatan ini, Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar, dr. Setiawati Hartawan, M.Kes, langsung turun gunung mengikuti sidak cuci tangan di lingkungan RSUD Wangaya diseluruh unit-unit yang ada. Beliau menyampaikan, kegiatan seperti ini sangat baik dilakukan karena dapat meningkatkan ketaatan seluruh karyawan terhadap keselamatan pasien. Dimana keselamatan pasien salah satunya adalah dengan mencegah infeksi Nosokomial, karena infeksi ini dapat dicegah dengan cara paling efektif dan murah yaitu dengan cuci tangan, sehingga ketika sudah mencuci tangan baik itu karyawan, pasien maupun penunggu paisen dapat saling melindungi. “Karena kita bekerja di areal infeksius, apapun yang akan kita kerjakan jika kita tidak mencuci tangan, sudah jelas pasti akan terpapar kuman. Jadi sekarag bagaimana cara kita untuk membuat rumah sakit ini betul-betul bersih baik itu karyawan, pengunjung maupun pasien yaitu dengan cuci tangan”, tambah Setiawati.

Diharapkan kedepan kegiatan seperti ini harus sering dilakukan dan dimonitoring, agar seluruh warga RSUD Wangaya paham betapa pentingnya untuk mencuci tangan. “ Walaupun terpaksa dilakukan lama kelamaan hal ini akan menjadi budaya, sehingga budaya inilah yang akan saya tekankan pada seluruh karyawan/karyawati, bahwa bagaimana kita mempunyai budaya safety, terutama dari sisi Hand Heygein,” imbuhnya.

Kegiatan yang menyasar seluruh unit yang ada di lingkungan RSUD Wangaya mulai dari bagian Kepegaiawaian, Tata Usaha, Bidang Pelayanan, Direktorat Penunjang, bagian Farmasi, bagian Rumah Tangga, bahkan sampai Binatu pun, mendapat apresiasi yang sangat baik dari masing-masing unit. “Mohon kegiatan seperti ini sering-sering dilaksanakan, karena kami sangat apresiasi kegiatan ini. Sehingga dari lapisan yang paling bawah mengetahui bagaimana arti penting dan manfaat dari mencuci tangan tersebut,” tambah salah satu karyawan yang namanya tidak ingin disebutkan. dns_humas


Oleh : ayagnawdusr | 07 Juli 2017 | Dibaca : 252 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter