Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

AUDENSI DENGAN DPRD KOTA DENPASAR

Oleh : wangaya | 20 Januari 2009 | Dibaca : 2275 Pengunjung

Sejak RSUD Wangaya Kota Denpasar berubah status dari unit swadana manjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) berdasarkan SK. Walikota Denpasar Nomor 96 Tahun 2008 tertanggal 23 Juli 2008 mengandung konsekwensi logis terhadap pengelolaan keuangan dalam pembiayaan Rumah Sakit. Terkait dengan hal tersebut, RSUD Wangaya yang merupakan Rumah Sakit tertua di Bali mengadakan audensi yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Wangaya Kota Denpasar Dr. dr. I Gde Raka Widiana, Sp. PD KGH ke DPRD Kota Denpasar (Komisi C dan Komisi D), Selasa (20/1). Dalam audensi terebut, Direktur RSUD Wangaya menyampaikan bahwa secara teknis operasional dasar pertimbangan penyesuaian tarif RSUD Wangaya Kota Denpasar merupakan suatu keharusan Rumah Sakit menjadi BLUD yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dalam BAB XV mengenai Pengelolaan Keuangan BLUD, mengingat Rumah Sakit sebagai unit swadana dipandang tidak relevan lagi. Prinsip dasar BLUD Rumah Sakit adalah terciptanya mutu pelayanan yang rasional dan pengelolaan keuangan yang lebih efisien. Dengan demikian Rumah Sakit yang berstatus BLUD dirancang sebagai Unit Bisnis Non Profit, Artinya keuntungan yang diperoleh dapat dipergunakan pembiayaan subsidi silang, yakni membantu masyarakat yang kurang mampu. Disamping itu Rumah Sakit juga tetap dapat melaksanakan fungsi sosial Rumah Sakit yaitu 40 % TT (Tempat tidur) dapat diperuntukkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Dalam implementasi kebijakan BLUD Rumah Sakit dengan menunjuk ketentuan Permendagri nomor 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD Tanggal 7 November 2007, maka tim penyesuaian tarif Rumah Sakit Wangaya telah mengadakan kajian riil cost tentang tarif Rumah Sakit sejalan dengan laju inflansi yang sedang terjadi bahkan juga mencermati competitor Rumah Sakit yang ada di Denpasar terutama Rumah Sakit swasta. Untuk memperoleh kelayakan pola tarif Rumah Sakit yang dapat menjamin eksistensi implementasi Rumah Sakit berstatus BLUD yaitu terwujud pelayanan yang bermutu dan efisien. Dari pernyataan yang disampaikan oleh Direktur RSUD Wangaya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar menyambut positif tentang rancangan kenaikan tarif tersebut, mengingat Rumah Sakit Daerah yang sudah berbentuk BLUD di Bali. Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar saat ini tarifnya yang paling rendah dan bahkan terendah di Bali karena disusun pada tahun 1999 dan diberlakukan tahun 2001 dengan perda No 5 Tahun 2001. Setelah disahkannya nanti oleh Walikota Denpasar diharapkan RSUD Wangaya yang satu–satunya milik Pemerintah Kota Denpasar diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan efisien ke segenap lapisan masyarakat dan tidak lagi dicap sebagai tempat persinggahan sementara oleh masyarakat didalam memberikan pelayanan kesehatan.(dede)


Oleh : wangaya | 20 Januari 2009 | Dibaca : 2275 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter