Jajak Pendapat
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pelayanan Kesehatan Yang Anda Terima di RSUD Wangaya Kota Denpasar?
Baca Berita

RSUD WANGAYA LAYANI PEMBAKARAN LIMBAH MEDIS

Oleh : rsudwangaya | 31 Maret 2015 | Dibaca : 2177 Pengunjung

Kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh semua orang, sama halnya dengan RSUD Wangaya Kota Denpasar. Meski setiap harinya menghasilkan 85kg limbah medis padat, pihaknya juga melayani pembakaran limbah dari beberapa instansi pemerintah dan IKS (Ikatan Kerja Sama) lainnya yang terdiri dari praktek dokter swasta, bidan maupun klinik swasta.

Ditemui di ruangannya, Kepala Bidang Penunjang RSUD Wangaya, dr.Ida Ayu Asweni Dewi memaparkan pihaknya melayani pembakaran limbah medis dari luar rumah sakit rata-rata 700 kg per bulannya dari 11 puskesmas dan 59 praktek dokter, bidan dan klinik swasta. Harga yang diberlakukan yakni Rp.40 ribu per kilogramnya.

Dikatakan pembakaran limbah medis ini dilakukan setiap hari dengan menggunakan satu incenerator yang berkapasitas 100 kg. “Pembakaran kami lakukan di sore hari agar tidak mengganggu aktivitas di pagi harinya”, katanya.

Limbah medis yang dari luar rumah sakit, pembakarannya tidak dapat ditentukan, pasalnya datangnya tidak menentu. Meskipun demikian, pihaknya tetap memaksimalkan pembakaran bisa dilakukan setiap hari agar limbah medis tidak menumpuk. “Untuk praktek dokter swasta, bidan serta klinik tidak bisa kami tentukan. Kalau puskesmas biasanya datang tiga kali seminggu”, imbuh dr.Dayu.

Tidak hanya incenerator, RSUD Wangaya juga memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah limbah medis cair. Setiap instalasi dibuatkan saluran limbah cair yang nantinya ditampung dalam satu wadah sebelum diolah ke IPAL. Tidak hanya itu, untuk memastikan air tersebut aman, ikan digunakan sebagai indikator yang disertai dengan pemeriksaan laboratorium. Selain dua alat tersebut, pada akhir Desember 2014 RSUD Wangaya juga memperoleh bantuan dari WHO berupa Autoclave. Autoclave berfungsi untuk mensterilkan limbah medis padat yang terbuat dari plastik, seperti botol infus, selang, spait dan lainnya. Setelah limbah tersebut disterilkan menggunakan Autoclave nantinya dapat didaur ulang karena sudah aman.

Setiap enam bulan sekali pengolahan limbah medis di RSUD Wangaya dicek oleh Tim Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup, BLH Provinsi  Bali dan BLH Kota Denpasar.


Oleh : rsudwangaya | 31 Maret 2015 | Dibaca : 2177 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter